ESPORTS MOBA PC

Prizepool The International 12 Dota 2 Merosot? Apa yang terjadi?

Dota 2 adalah salah satu permainan video multiplayer online (MOBA) yang paling populer di dunia. Dikembangkan oleh Valve Corporation, permainan ini pertama kali dirilis pada tahun 2013 sebagai sekuel dari mod Warcraft III yang terkenal, Dota (Defense of the Ancients). Dota 2 mempertahankan esensi permainan asli dengan dua tim, Radiant dan Dire, yang saling bersaing untuk menghancurkan Ancient lawan.

Dota 2 terkenal karena kompleksitasnya. Terdapat lebih dari 120 pahlawan yang dapat dimainkan, masing-masing dengan kemampuan yang unik, memungkinkan berbagai strategi dan taktik dalam permainan. Timwork yang baik dan koordinasi sangat penting, dan permainan sering berlangsung hingga satu jam atau lebih.

The International adalah turnamen Dota 2 paling prestisius yang diadakan setiap tahun oleh Valve. Ini adalah salah satu kompetisi esports dengan hadiah terbesar di dunia, dengan jutaan dolar hadiah. Dota 2 juga memiliki komunitas yang besar dan berdedikasi, dengan pemain dan penggemar dari seluruh dunia. Permainan ini terus berkembang dan diperbarui secara teratur oleh Valve, menjaga ketertarikan pemain dan menjadikannya salah satu esports terbesar di dunia.

Tidak adanya BATTLEPASS

Keputusan Valve untuk mulai menghindar dari sistem Battle Pass dan kembali memperkenalkan sistem Compendium untuk DOTA 2 demi membiayai The International 2023 sepertinya berujung menjadi strategi yang gagal besar. Tidak hanya konten Compendium yang tidak menarik saja, absennya kesempatan untuk memperebutkan item kosmetik eksklusif pun ditiadakan. Hasilnya? 6 hari sejak Compendium ini dirilis, The International 2023 “hanya” mampu mengumpulkan prize pool sebesar USD 2,7 juta saja. Ini berarti lebih rendah daripada The International 2015 yang di jumlah hari yang sama sudah bercokol di angka sekitar USD 6,3 juta.

Dalam postingan blog resmi dari Valve yang berjudul “Learning from the Past, Looking to the Future”, Valve menjelaskan kekecewaan mereka karena TI menjadi satu-satunya titik fokus konten tahunan Dota 2 selama ini. 

Valve kini ingin bereksperimen dengan cara merealokasi dana dan upaya yang biasa digunakan untuk membuat battle pass TI kepada pengembangan konten game yang jauh lebih baik. Salah satu yang sudah dilakukan adalah update besar-besaran patch 7.33 New Frontiers.

Tanggapan penggemar yang cukup positif membuat Valve semakin percaya diri untuk melanjutkan tes ini. Kini Valve berencana untuk merilis lebih banyak konten di sepanjang tahun 2023.

Meski banyak juga penggemar yang kecewa dengan tidak adanya battle pass TI tahun ini, Valve mengonfirmasi bahwa akan ada pembaruan dalam game yang didedikasikan untuk The International 2023 pada bulan September, tetapi tidak akan berupa battle pass. Update nanti juga diharapkan bisa membantu mendanai prize pool meskipun bukan berupa kosmetik. 

Meski sudah mengumumkan bahwa tidak akan ada battle pass TI, Valve masih belum mengumumkan tentang konten baru apa yang akan dihadirkan ke dalam game. Apakah mereka akan menghadirkan mode game seperti Siltbreaker dan Aghanim’s Labyrinth, atau konten baru yang belum pernah dirilis sebelumnya.

Disampaikan dari blog yang sama bahwa pengumuman yang cukup mengejutkan ini merupakan bagian dari proyek multi-tahun Valve untuk lebih menekankan pengembangan pada permainannya itu sendiri dibandingkan skena kompetitifnya yang dirasa sudah berkembang dengan baik.

Pada tahun lalu, battle pass dibagi menjadi dua bagian yang membuat prize pool TI 2022 berkurang sebesar 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Kini dengan berita terbaru, prize pool di TI 2023 bisa saja lebih kecil daripada tahun lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X